Tanya :

Apakah kegiatan penggunaan media elektronik dengan tidak sepatutnya dapat dikenai tindak pidana?

Sayid Pradianata, Gubeng Kertajaya, Surabaya

Jawab :

Terima kasih, pertanyaan anda bagus sekali dan mengikuti perkembangan. Pada era saat ini internet merupakan hal yang sangat umum dan telah menjadi kebutuhan, tidaklah sulit mengakses serta menerima informasi dari manapun. Mudahnya, hampir setiap orang memiliki gadget yang dapat mengakses media sosial mulai dari ilmu pengetahuan, gaya hidup, kemajuan teknologi, berita yang selalu update hingga politik, hal ini tentu membuat pengetahuan global semakin luas, Akan tetapi penggunaan media sosial sangat memungkinkan terdapat konten illegal seperti informasi dan/atau dokumen elektronik yang didalamnya terkandung hal-hal yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman, penyebaran berita bohong atau biasa dikenal dengan nama hoax hingga isu-isu SARA. Hal-hal tersebut merupakan perbuatan yang dilarang dalam UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tentunya penggunaan media elektronik dengan tidak sepatutnya dapat dipidana apabila melanggar ketentuan yang diatur dalam UU ITE seperti contoh membuat dan mengirimkan foto yang telah dirubah dengan konsep menghina oknum tertentu atau menyebarkan berita melalui grup obrolan media sosial yang beritanya tidak berdasar dan tidak didapati adanya fakta atas berita tersebut, hal ini melanggar Pasal 27, 28, atau 32 UU ITE oleh karena itu dapat dikenai ancaman pidana hingga 6 tahun penjara. Beberapa waktu ini kasus kejahatan ITE semakin marak sehingga dapat dijadikan pembelajaran bagi masyarakat luas untuk lebih bijak dalam penggunaan media sosial khususnya dalam melakukan kritik dengan tidak melanggar ketentuan dalam UU ITE.